Dzeko: Tak Mudah Datang ke Serie A Italia

Edin Dzeko secara terbuka menyebut bahwa musim pertamanya di AS Roma tak semudah membalikan kedua telapak tangan. Pemain bertubuh tinggi besar ini menambahkan bahwa musim debutnya di Roma sangatlah buruk dan sungguh berat pula beradaptasi di Serie A Italia.

Roma berhasil membajak Dzeko dari Manchester City sejak 2015 lalu dengan biaya transfer 4 juta euro dengan opsi pembelian permanen sebesar 11 juta euro. Dan pada bulan Oktober 2015, ROma akhir mengaktifkan klausul tersebut untuk mempermanenkan Dzeko.

Hadir sebagai mesin gol baru Roma, Dzeko langsung dibanjiri kritik pedas. Pasalnya dia hanya mampu mencetak delapan gol dari 31 pertandingan Serie A. Mendapat tekanan, Dzeko lantas membuktikan diri dimusim kedua dengan sukses mencetak 39 gol dan 15 assist di 51 penampilannya disemua ajang.

Belum lama ini, Dzeko mengungkapkan salah satu sosok yang berjasa terhadap karirnya di Serie A dan menceritakan bagaimana sulitnya bermain diliga terbaik Italia ini.

“Saya tertarik datang ke Italia karena saya sudah mendapatkan pengalaman diluar, sosok Miralem Pjanic di sini dan Walter Sabatini begitu mendesak saya untuk segera merapat,” tutur Dzeko.

“Berada di Roma akan semakin indah ketika Anda bisa memenangkan dua pertandingan beruntun, itu rasanya seperti sudah mendapatkan Scudetto. Bila kalah dua kali, itu dianggap sebagai bencana. Stevan Jovetic mengatakan pada saya di Manchester City bahwa ini akan sulit di Serie A, tapi bila saya mencetak gol, saya akan diperlakukan seperti dewa,”

“Berat sungguh berat dengan mendapat tekanan kritik dimusim pertama, saya bermain buruk dan ini bisa dipahami. Banyak yang menganggap saya tidak kuat dan saya akan pergi, salah karena saya datang kesini untuk melakukan hal besar. Saya bukan tipe pria yang pergi setelah musim yang buruk,” tegas pemain kelahiran Bosnia tersebut.