Euforia Kemenangan Atas PSG Bukan Alasan Kekalahan Barca

Hanya tiga hari suasanya yang dirasakan oleh Barcelona berubah. Dari kegembiraan yang luap-luap setelah menang besar atas Paris Saint-Germain, menjadi kekecewaan besar karena takluk di tangan Deportivo La Coruna.

Barcelona menelan kekalahan dengan skor 1 – 2 kala mengunjungi kandang Deportivo La Coruna, Minggu (12 Maret 2017) malam WIB. Satu gol dari Barca disumbangkan oleh Luis Suarez, sementara dua gol tua rumah dicetak oleh Joselu dan Alejandro Bergantinos.

Takluk Deportivo La Coruna, yang notabene adalah tim papan bawah, menjadi sangat memalukan. Selain karena komposisi pemain kedua tim yang berbeda jauh, Los Cules datang dengan kepercayaan diri yang besar karena tiga hari sebelumnya menundukkan PSG dengan skor telak 6 – 1, untuk membalikkan keadaan usah kalah 0 – 4 di putaran pertama.

Waktu istirahat tiga haris seharusnya cukup bagi Barca melakukan pemulihan. Muncul dugaan kalau pemain Barcelona terlalu banyak menggelar perayaan ketika lolos ke delapan besar Liga Champions dan pada akhirya terlena saat main di kompetisi domestik. Itulah yang kemudian menyebabkan mereka kalah dinihari tadi.

Luis Enrique menepis anggapan tersebut. Dia menyebut pesta yang dilakukan oleh para pemain punya alasan yang tepat. Dia secara tersirat mendukung pesta yang digelar oleh anak-anak asuhnya.

“Pertandingan kami tidak pernah mudah kami akan selalu berpendapat seperti itu. Para profesional tahu bagaimana menghadapi situasi seperti ini. Selalu lebih baik menjelang pertandingan dalam euforia ketimbang merasa pesimis.” ucap Luis Enrique.

Dengan kompetisi tersisa 11 pertandingan lagi, kekalahan atas Deportivo La Coruna ini mempersulit usaha Barca untuk mempertahankan gelar La Liga. Saat ini Blaugrana masih tertahan di posisi runner-up dengan perolehan 60 poin, kalah dua poin dari Real Madrid yang masih punya satu laga tunda.