Kesuksesan Hasil Dari Kerja Keras Sassuolo

Di tangan pelatih Eusebio Di Francesco, Sassuolo menjadi salah satu tim yang tampil mengejutkan di ajang Serie A musim lalu. Di Francesco mengatakan jika pencapaian timnya itu adalah buah dari kerja keras semua orang.

Perjalanan Sassuolo di Serie A dalam beberapa musim terakhir memang pantas mendapatkan apresiasi. Baru naik kelas ke Serie A pada musim 2013/2014, il Neroverdi berhasil mengganggu dominasi tim papan atas hanya dalam tiga musim saja.

Usai duduk di posisi ke-17 pada 2013/2014, kemudian naik ke posisi ke-12 pada musim 2014/2015, Sassuolo akhirnya finis di peringkat keenam pada musim 2015/2016. Mereka finis di bawah Juventus, Napoli, AS Roma, Inter, dan Fiorentina –tim-tim yang dikenal lebih kuat di Serie A.

Karena finis di peringkat keenam tersebut, Sassuolo berhak untuk ikut serta dalam turnamen Liga Europa, walaupun tidak langsung lolos ke fase grup dan harus melewati babak kualifikasi ketiga, namun ini merupakan sebuah awal yang positif.

Jika mereka berhasil melewati kualifikasi ketiga, Sassuolo bakal bermain di babak play-off. Kemudian jika sukses lolos dari play-off, mereka pun berhak tampil dalam fase grup Liga Europa.

“Apakah ini adalah keajaiban? Kami tidak percaya dengan anggapan seperti itu. Kami yakin dengan pengorbanan dan kerja keras yang kami lakukan. Namun itu semua kami anggap sebagai pujian yang datang kepada kami,” ujar Di Francesco seperti dilansir Football Italia.

“Kami memang belum terbiasa bermain dalam pertandingan dua putaran, tapi kami akan berusaha untuk mengatasi itu semua,” lanjut Di Francesco.

Sassuolo sendiri menjalani persiapan pramusim dengan sangat baik. Dari enam pertandingan yang mereka jalani, il Neroverdi selalu sukses meraih kemenangan.