Luis Enrique Sayangkan Buruknya Prestasi Tim-tim Inggris Di Kompetisi Eropa

Dari empat wakil Inggris yang berlaga di Liga Champions, tiga diantaranya sudah angkat kaki lebih cepat. Manchester City menjadi satu-satunya wakil dari Inggris yang bisa menapakkan kakinya di babak perempat final.

Tim Inggris pertama yang harus pulang adalah Manchester United. The Red Devils hanya bertahan sampai fase grup karena hanya mampu menempati peringkat ketiga klasemen. Mereka pun turun kasta ke Liga Europa.

Selanjutnya Chelsea yang harus angkat kaki, namun prestasi mereka masih lebih baik ketimbang MU karena mereka bisa lanjut ke babak 16 besar. The Blues tidak bisa melaju lebih jauh lagi usai dikalahkan oleh Paris Saint-Germain dengan skor agregat 2 – 4.

Arsenal yang melawa juara bertahan Liga Champions musim lalu Barcelona di babak 16 besar juga nasibnya tidak lebih baik daripada Chelsea. The Gunners harus rela menghentikan langkahnya karena kalah dengan agregat 1 – 5.

Tim Inggris yang tersisa di Liga Champions kini hanya Manchester City. The Citizens berhasil lolos ke babak perempat final setelah menekuk Dynamo Kiev dengan agregat 3 – 1. Ini merupakan pertama kalinya Manchester City lolos ke babak delapan besar Liga Champions.

Prestasi tim-tim Inggris di Liga Champions musim ini sebetulnya terbilang lebih baik jika dibandingkan dengan musim lalu. Di kompetisi musim lalu, tidak satu pun wakil dari Inggris yang bisa lolos ke babak perempat final.

Manajer Barcelona, Luis Enrique heran dengan buruknya prestasi tim-tim dari Inggris di Liga Champions. Menurut Enrique, dengan transfer gila-gilaan yang dilakukan oleh tim-tim Premier League, mereka seharusnya bisa melakukan yang lebih baik.

“Tim-tim Inggris tidak bisa mendapatkan hasil yang seharusnya bisa mereka dapatkan dengan pemain-pemain yang mereka miliki dan pembelian pemain yang sudah mereka lakukan. Hal ini perlu dianalisis lebih lanjut, tapi akan butuh banyak waktu” ujar Enrique.