Mourinho: Persaingan Dengan Guardiola Di Premier League Akan Jauh Berbeda

Dua manajer sepakbola top dunia, Jose Mourinho dan Josep Guardiola pernah bersaing ketat saat keduanya masih sama-sama melatih di La Liga Spanyol. Tapi di Inggris, Mourinho yakin jika situasinya akan berbeda.

Mourinho dan Pep Guardiola akan kembali bersaing di dalam satu liga mulai komeptisi musim depan. Kebetulan juga keduanya menangani tim sekota, Mourinho menjadi juru taktik Manchester United sementara Guardiola akan menjadi nakhoda Manchester City.

Keberadaan keduanya pun memunculkan prediksi jika akan ada lagi persaingan sengit setelah dua musim bersaing di Spanyol. Keduanya memang pernah saling berduel dua musim pada 2010/2011 dan 2011/2012, di mana Mourinho menukangi Real Madrid sementara Guardiola membesut Barcelona.

Mourinho menilai jika saat itu rivalitas individu dengan Guardiola memang sangat ketat karena La Liga hanya didominasi oleh dua tim, Madrid dan Barca. Oleh karena itu persaingan individual disebutnya akan punya pengaruh secara mental dalam persaingan tim.

Namun di Inggris, Mourinho menilai jika situasinya tidak akan sama. Persaingan di Premir League diisi oleh banyak tim dan manajer yang bagus, sehingga fokus tidak akan tertuju hanya kepada satu tim atau satu manajer.

“Apa yang terjadi di masa lalu saya rasa tidak akan kembali terjadi di sini. Saat itu Pep dan saya berada di liga di mana juaranya adalah hanya saya atau dia, Real Madrid atau Barcelona. Tapi di Premier League, jika saya hanya fokus kepada Manchester City, atau Pep hanya fokus kepada Manchester United, maka tim lain yang akan memenangkan liga,” ungkap Mourinho seperti dikutip Sky Sports.

Pada kompetisi musim depan, Mourinho dan Guardiola juga akan bersaing dengan banyak manajer hebat seperti Antonio Conte bersama Chelsea, Juergen Klopp bersama Liverpool, Arsene Wenger bersama Arsenal, Mauricio Pochettino bersama Tottenham Hotspur, serta Claudio Ranieri yang merupakan juara bertahan bersama Leicester City.

Soal persaingan dengan Guardiola, Mourinho sudah bertemu dalam 16 pertandingan. Manajer berkebangsaan Portugal itu baru menang dalam tiga pertandingan sementara sudah menelan delapan kekalahan.