Petinggi Arsenal Rapat Darurat Bahas Ban Kapten Granit Xhaka

Posisi Granit Xhaka sebagai kapten Arsenal terancam dicopot, hal ini terlihat ketika para petinggi klub menggelar rapat darurat yang diketahui membahas masa depan ban kapten yang melekat kepada pemain berkebangsaan Swiss tersebut.

Semua ini bermula ketika Granit Xhaka tidak menunjukkan sikap dewasa saat ditarik keluar pada laga imbang 2-2 kontra Crystal Palace di lanjutan Premier League Inggris akhir pekan kemarin. Atas dasar itulah para petinggi klub ingin membahas apa yang harus diputuskan perihal sikap kapten Xhaka.

Xhaka menjadi buah bibir pembicaraan publik Inggris, Arsenal bermain imbang dan Xhaka pun menjadi kambing hitam dari permasalahan tersebut. Berdasarkan analisa yang ada, Xhaka merasa kesal dengan keputusan pelatih menariknya keluar, terlihat dirinya mengumpat, memprovokasi fans, dan membuang kostum Arsenal.

Jika merujuk pada sikap ini, maka sangat jelas sikap Xhaka sangat buruk dan terlebih lagi dia adalah seorang kapten tim Arsenal yang tentunya harus bisa tenang dan memberikan contoh baik kepada rekan-rekannya.

Usai laga terdengar berita bahwa para petinggi Arsenal melakukan rapat tertutup dengan menghadirkan Xhaka dan Unai Emery. Berdasarkan data yang ada, Xhaka adalah sosok pemain berkarakter keras, dan tercatat dia sudah melakukan pelanggaran sebanyak 22 kali di musim ini. Jika merujuk pada Premier League, maka ada yang lebih banyak dari Xhaka, namun sikapnya diluar kendali.

Sejauh ini belum ada kabar kepastian apakah Xhaka masih menjabat sebagai kapten Arsenal atau ada pencopotan dengan menghadirkan sosok baru. Unai Emery sendiri tidak mau membesar-besarkan situasi ini. Dia mengakui reaksi Xhaka tidak baik, akan tetapi melepas ban kapten di depan banyak fans begitu buruk.

“Dia [Xhaka] salah. Kami harus tetap tenang dan berbicara dengan dia secara privat tentang itu. Dia keliru dengan bereaksi seperti itu,” cetus tutur Emery.

Mantan pelatih Sevilla ini pun menambahkan jika semua pemain sepak bola harus mendapatkan kepercayaan fans. Klub sepak bola bisa bertahan karena fans, pemain bisa berkembang karena kritik fans. Emery sangat berharap Xhaka mengerti dasar itu.

“Kami pasti berbicara dengan dia, sebab reaksinya salah. Kami ada di sini hanya karena suporter kami. Kami bekerja bagi mereka dan harus menghargai mereka ketika mereka mendukung dan mengkritik,” akhir Emery.

Xhaka harus bisa mempertanggung jawabkan, dan sejauh ini dirinya juga belum buka suara. Dia tidak segera menyampaikan permintaan maaf secara resmi, dan itu mengartikan masih ada rasa kesal yang begitu mendalam dari sang pemain. Andai terus berlanjut, maka misi Arsenal untuk bisa ke pentas Liga Champions bisa terancam di musim depan.