PSG Tak Juara UCL, Neymar dan Mbappe Akan Sia-sia

 Kylian Mbappe Paris Saint-Germain telah belanja besar-besaran di musim panas. Sudah pasti faktor utama PSG melakukan hal tersebut ialah demi merengkuh keberhasilan di Benua Biru.

Les Parisiens jadi perbincangan banyak orang di bursa transfer lalu saat mereka memutuskan menebus klausul rilis Neymar di Barcelona seharga 222 juta euro. Hal tersebut sekaligus membuat Neymar jadi pemain termahal sejagat.

Tak berselang lama PSG kembali melakukan gebrakan di bursa transfer, gantian Kylian Mbappe yang diangkut dari AS Monaco. Walau cuma kontrak pinjaman, nantinya Mbappe akan ditebus seharga 180 juta euro musim depan.

Bisa dibilang jika PSG sudah mengucurkan dana sekitar 400 juta euro dalam tempo satu bulan saja tanpa melego banyak penggawanya. Hal ini jadi penanda keseriusan raksasa asal Paris tersebut untuk sukses terutama di turnamen Liga Champions.

Semenjak diakuisisi oleh Qatar Investment Authority pada 2011, PSG mulai jadi kekuatan anyar dengan sokongan dan tidak terbatas.

Akan tetapi dukungan uang yang tak ada batasnya bakal percuma andai PSG gagal menguasai Eropa paling tidak dalam waktu dekat ini. Liga Champions memang menjadi bidikan Les Parisiens usai mereka paling banter sampai ke babak semifinal dua musim lalu.

“Dari segi prestasi, tentu ada bodoh apabila tak mengatakan seperti ini, ‘Bravo.’ Saya gembira bisa menyatukan Neymar dan Mbappe di dalam tim yang sama. Apabila PSG mendatangkan mereka, mereka tentu bukan hanya jadi juara Prancis. Bila tidak, maka mereka telah buang-buang uang,” ucap Presiden Federasi Sepakbola Prancis, Noel Le Graet, seperti dikutip Soccerway.

“Skuat bisa berambisi lebih besar di Liga Champions. Sangat benar jika PSG sekarang maju dengan modal ekonomi yang tidak biasa, sebenarnya Monaco juga sama,” sambungnya.

“Kami membutuhkan PSG yang kuat, akan tetapi saya lebih menyukai model Bayern Munich, klub solid dengan organisasi terstruktur,” tutup Le Graet.