Rafinha Dapat Hikmah Dari Cedera Beratnya

Gelandang Barcelona, Rafinha Alcantara mendapatkan hikmah di balik cedera parah yang dialaminya pada musim ini. Gelandang berkebangsaan Brasil tersebut menganggap cedera yang dialaminya telah mengubahnya menjadi pribadi yang lebih matang daripada sebelumnya.

Rafinha mengalami cedera ligamen lutut ketika Barcelona berhadapan dengan AS Roma di fase grup Liga Champions, bulan September 2015 lalu. Dia terkapar di lapangan setelah menerima tekel dari Radja Nainggolan.

Cedera itu memaksa Rafinha melakukan operasi. Usai operasi, Rafinha diperkirakan harus absen setidaknya selama enam bulan. Proses pemulihan Rafinha ternyata berjalan sesuai jadwal. Gelandang berusia 23 tahun tersebut sekarang sudah pulih dan baru-baru ini mendapatkan lampu hijau untuk kembali turun ke lapangan.

“Ini merupakan saat-saat yang luar biasa. Bulan pertama setelah operasi adalah yang paling sulit karena saya tidak bisa bergerak. Untuk melakukan aktifitas sehari-hari saya harus menggunakan kruk dan kaki Anda terasa sangat sakit. Namun, karena dukungan dari orang-orang di sekitar saya, hal itu bisa berlalu dengan cepat,” ungkap Rafinha.

“Peristiwa itu ternyata bisa mengubah saya sebagai seorang pribadi. Saya merasa lebih matang sekarang ini. Saya selalu senang bercanda, tapi saya sudah lebih matang dalam beberapa hal.”

“Kakak saya (Thiago Alcantara) banyak membantu saya dengan pengalaman yang dia miliki sebelumnya. Keluaraga saya yang lain juga.”

“Hari pertama berlatih, saya agak merasa takut saat pertandingan pertama atau benturan pertama. Melihat rekan-rekan setim saya bermain memberikan saya motivasi untuk belajar apa yang harus Anda lakukan agar berada di level setinggi ini,” katanya.

Barcelona sendiri saat ini memimpin klasemen La Liga dengan perolehan 76 poin hasil dari 30 pertandingan. Mereka unggul sembilan poin atas Atletico Madrid yang menjadi pesaing terdekat. Setelah jeda internasional, mereka akan menghadapi Real Madrid pada laga El Clasico di Camp Nou, 2 April 2016 mendatang.