Sia-siakan Kesempatan, Klopp Omeli Benteke

Manajer Liverpool, Juergen Klopp seperti habis kesabaran pada Christian Benteke saat Liverpool ditekuk oleh Southampton 2 – 3. Walaupun begitu, bukan berarti hubungan Klopp dengan Benteke memanas setelah itu.

Pada laga yang berlangsung di St. Mary’s, Minggu 20 Maret 2016 malam WIB, Liverpool sempat unggul dua gol lebih dulu lewat Philippe Coutinho dan Daniel Sturridge. Tapi setelah istirahat babak pertama, Southampton comeback dengan menjaringkan tiga gol melalui Saido Mane (2 gol) dan Graziano Pelle.

Benteke sendiri masuk menggantikan Sturridge di menit ke-70 saat Liverpool masih memimpin 2 – 1. Stiker Belgia itu sesungguhnya punya kesempatan memperbesar keunggulan timnya di menit 73 tapi penyelesaian Benteke melebar tipis.

Seandainya Benteke bisa memaksimalkan peluang itu, mungkin saja Liverpool akan memenangi pertandingan. Faktanya, The Saints mampu menambah dua gol untuk mengamankan tiga angka sekaligus membuat The Reds pulang dengan tangan hampa.

Setelah itu, Klopp terlihat berbicara dengan Benteke di pinggir lapangan. Raut muka dari manajer asal Jerman itu terlihat menunjukkan kemarahan.

“Terkadang saya memang harus berbicara tegas kepada para pemain, itulah pekerjaan saya. Setelah ini mereka akan bermain bersama tim nasional. Saya ingin berbicara mereka secara langsung, bukan melalui telepon,” kata Klopp yang dikutip oleh Reuters.

Aksi marah-marah yang dilakukan oleh Klopp kepada Benteke itu kemudian menimbulkan kritik dari beberapa pihak. Salah satu kritikan datang dari mantan pemain Liverpool, Danny Murphy.

“Jujur saja, saya tidak setuju dengan apa yang dilakukannya. Jika Anda ingin mengkritik keras maka lakukan di dalam ruang ganti. Juergen bisa menjadi orang yang rama, tetapi kadang dia juga terlalu menggebu-gebu saat di pinggir lapangan, hal itu tidak bisa diterima oleh semua orang,” kata Murphy.