Terry dan Conte Memuji Satu Sama Lain

John Terry merasa takjub seperti apa Antonio Conte laukan untuk Chelsea. Kebalikannya, Conte pun memuji sosok Terry pada musim perdananya menjadi manajer dari Chelsea.

Terry hasru relakan tempatnya di tim utama Chelsea sedari Conte hadir di Stamford Bridge pada musim panas kemarin. Walau menyandanga status kapten, pemain bek yang sekarang ini sudah menginjak umut 36 tahun tersebut lebih sering berada di bench.

Conte nyaris terus tampilkan Cesar Azpilicueta, David Luiz, dan Gary Cahill untuk berada di 3 tempat pada barisan belakang. Terry pribadi hanya tampil sebanyak 14 kali di musim ini.

Walau demikian, Terry tidak merasa sakit hati. Ia malah merasa takjub dengan cara yang dilakukan Conte untuk berkomunikasi dengan dirinya.

“Ia cemerlang. malah dengan saya, usai tidak menurunkan saya, yang saya pikirkan menjadi sebuah keputusan yang tidak mudah untuk dirinya,” ucap Terry.

“Ia berbicara yang sesungguhnya. Dia antarkan saya ke kantornya dan memberi penjelasan keadaannya. Saya tidak pernah secara serius rasakan hal tersebut dengan seorang manajer. Kejujuran dan berkomunikasi dengannya terasa luar biasa. Hal tersebutlah yang para pemain harapkan. Ia tegaskan kalau saya tidak akan kembali pada tim utama kalau para pemain lain bermain luar biasa dan tentus aja  lewat pinggir lapangan saya berharap mereka bisa menang,” sambung Terry.

“Ia jadi contoh yang oke untuk saya lewat seperti apa saya ingin melatih pada waktu yang akan datang,” Imbuh dia.

Terry sudah putuskan untuk keluar dari Chelsea saat kontrak yang ia miliki terlah berakhir pada akhir musim ini. Ia bakal tandakan perpisahan dirinya dengan Chelsea dengan mengangkat trofi juara di ajang Premier League dan bisa saja di tambah pada ajang Piala FA.

“Tentang John, pertama-tama, saya berhatap saksikan dirinya mengangkat trofi usai laga menghadapi Sunderland pada hari Minggu dan saya anggap semua pemain berharap saksikanya juga. Ini merupakan babak final yang pas bagi John,” imbuh Conte.

“John sering kali menolong pada musim perdana saya, di dalam dan luar lapangan. Ia terus kirimkan pesan yang pas untuk para pemain di semua momen yang terjadi,” kata sang manajer yang berasal dari Italia tersebut.